Social Icons

Pages

Featured Posts

Senin, 23 Juni 2014

Tugas Besar Jaringan Komputer




Tugas Besar
Jaringan Komputer






Muhammad Bazid
1210651120





JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2014/2015




Router EIGRP 2



Tabel IP
Router
PC
IP Adress
Router 1
PC 0
192.120.1.2
PC 1
192.120.2.2
Router 2
PC 2
192.120.33.2
PC 3
192.120.44.2
Router 4
PC 4
192.120.5.2
PC 5
192.120.5.3
PC 6
192.120.5.4
Router 5
PC 7
192.120.6.2
PC 8
192.120.6.3
PC 9
192.120.6.4
Router 6
PC 10
192.120.7.2
PC 11
192.120.7.3
PC 12
192.120.7.4
Router 7
PC 13
192.120.8.2
PC 14
192.120.8.3

Konfigurasi  Router 1


Konfigurasi Router 2


Konfigurasi Router 3





Konfigurasi Router 4


Konfigurasi Router 5


Konfigurasi Router 6


Konfigurasi Router 7



Kamis, 12 Juni 2014

QoS (Quality of Service)


 
1.      Definisi QoS ( Quality Of Service )


Beberapa jenis trafik dalam telekomunikasi
 
Kualitas pelayanan adalah kemampuan untuk memberikan prioritas yang berbeda untuk aplikasi yang berbeda, pengguna, atau data yang mengalir. , atau untuk menjamin tingkat kinerja tertentu ke aliran data. Misalnya, dibutuhkan bit rate , delay , jitter , paket probabilitas dropping atau kesalahan bit rate dapat dijamin. Kualitas layanan jaminan penting jika kapasitas jaringan tidak cukup, terutama untuk real-time multimedia streaming aplikasi seperti voice over IP , game online dan IP-TV , karena ini tetap memerlukan bit rate sering dan sensitif terhadap delay, dan dalam jaringan di mana kapasitas adalah sumber daya terbatas, misalnya dalam komunikasi data selular.
Suatu usaha terbaik sebuah jaringan atau layanan tidak mendukung adanya kualitas layanan (QoS). Sebuah alternatif untuk mekanisme kontrol QoS kompleks adalah dengan menyediakan komunikasi data atau suara atau gambar berkualitas tinggi melalui jaringan terbaik-upaya oleh over-provisioning kapasitas sehingga cukup untuk bekerja pada beban puncak lalu lintas yang diharapkan. Tidak adanya hasil dari kepadatan jaringan menghilangkan kebutuhan untuk mekanisme QoS.

Di bidang telepon , kualitas pelayanan didefinisikan dalam ITU X.902 standar sebagai “Satu set persyaratan mutu pada perilaku kolektif dari satu atau lebih objek”. Kualitas Layanan meliputi persyaratan pada semua aspek sambungan, seperti waktu pelayanan respon, kehilangan, sinyal-to-noise ratio, cross talk, echo, mengganggu, respon frekuensi, tingkat kenyaringan, dan sebagainya. Sebuah subset dari QoS telepon adalah Grade of Service (GOS) persyaratan, yang meliputi aspek-aspek dari koneksi yang berkaitan dengan kapasitas dan jangkauan jaringan, misalnya dijamin maksimum probabilitas blocking dan probabilitas outage. [1]

QoS kadang-kadang digunakan sebagai ukuran kualitas, dengan definisi banyak alternatif, daripada mengacu pada kemampuan sumber daya cadangan. Kualitas layanan kadang-kadang mengacu pada tingkat kualitas pelayanan, yaitu kualitas pelayanan terjamin. QoS tinggi sering bingung dengan tingkat kinerja yang tinggi atau mencapai kualitas pelayanan, misalnya tinggi bit rate , rendah latensi dan rendah probabilitas kesalahan bit .

Sebuah alternatif dan definisi diperdebatkan QoS, yang digunakan terutama di lapisan layanan aplikasi seperti telephony dan video streaming ,membutuhkan persyaratan pada metrik yang mencerminkan atau memprediksi mengalami kualitas subjektif. Dalam konteks ini, QoS adalah efek kumulatif  dari suatu koneknsi diterima pada kepuasan pelanggan dari semua ketidaksempurnaan yang mempengaruhi layanan.

QoS didesain untuk membantu end user (client) menjadi lebih produktif  dengan memastikan bahwa user mendapatkan performansi yang handal dari aplikasi-aplikasi berbasis jaringan. QoS mengacu pada kemampuan jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda. QoS merupakan suatu tantangan yang besar dalam jaringan berbasis IP dan internet secara keseluruhan. Tujuan dari QoS adalah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan layanan yang berbeda, yang menggunakan infrastruktur yang sama. QoS menawarkan kemampuan untuk mendefinisikan atribut-atribut layanan yang disediakan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.




Gambaran antrian pengiriman informasi dalam telekomunikasi

2.      Parameter QoS

Performansi mengacu ke tingkat kecepatan dan keandalan penyampaian berbagai jenis beban data di dalam suatu komunikasi. Performansi merupakan kumpulan dari beberapa parameter besaran teknis, yaitu :
  • Throughput, yaitu kecepatan (rate) transfer data efektif, yang diukur dalam bps. Troughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut.

  • Packet Loss, merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang, dapat terjadi karena collision dan congestion pada jaringan dan hal ini berpengaruh pada semua aplikasi karena retransmisi akan mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun jumlah bandwidth cukup tersedia untuk aplikasi-aplikasi tersebut. Umumnya perangkat jaringan memiliki buffer untuk menampung data yang diterima. Jika terjadi kongesti yang cukup lama, buffer akan penuh, dan data baru tidak akan diterima.




Tabel 2.4 Packet loss
KATEGORI DEGREDASI
PACKET LOSS
Sangat bagus
0
Bagus
3 %
Sedang
15 %
Jelek
25 %

  • Delay (latency), adalah waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, kongesti atau juga waktu proses yang lama. Adapun komponen delay adalah sebagai berikut:


Tabel 4.1 Komponen delay
Jenis Delay
Keterangan
Algorithmic delay
Delay ini disebabkan oleh standar codec yang digunakan. Contohnya, Algorithmic delay untuk G.711 adalah 0 ms
Packetization delay
Delay yang disebabkan oleh peng-akumulasian bit voice sample ke frame. Seperti contohnya, standar G.711 untuk payload 160 bytes memakan waktu 20 ms.
Serialization delay
Delay ini terjadi karena adanya waktu yang dibutuhkan untuk pentransmisian paket IP dari sisi originating (pengirim).
Propagation delay
Delay ini  terjadi karena perambatan atau perjalanan. Paket IP di media transmisi ke alamat tujuan. Seperti contohnya delay propagasi di dalam kabel akan memakan waktu 4 sampai 6 ms per kilometernya.
Coder (Processing) Delay
Waktu yang diperlukan oleh Digital Signal Processing (DSP) untuk mengkompres sebuah block PCM, nilainya bervariasi bergantung dari codec dan kecepatan prosessor


Ilustrasi Delay dalam telekomunikasi

Tabel 4.2 One-Way Delay/Latensi
KATEGORI LATENSI
BESAR DELAY
Excellent
< 150 ms
Good
150 s/d 300 ms
Poor
300 s/d 450 ms
Unacceptable
> 450 ms

  • Jitter, atau variasi kedatangan paket, hal ini diakibatkan oleh variasi-variasi dalam panjang antrian, dalam waktu pengolahan data, dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket-paket di akhir perjalanan jitter. Jitter lazimnya disebut variasi delay ,berhubungan eart dengan latency, yang menunjukkan banyaknya variasi delay pada taransmisi data  di jaringan. Delay antrian pada router dan switch dapat menyebabkan jitter.

Tabel 2.3 Jitter
KATEGORI DEGRADASI
PEAK JITTER
Sangat bagus
0 ms
Bagus
0 s/d 75 ms
Sedang
76 s/d 125 ms
Jelek
125 s/d 225 ms

  • MOS (Mean Opinion Score)
Kualitas sinyal yang diterima biasanya diukur secara subjektif dan objektif. Metoda pengukuran subyektif yang umum dipergunakan dalam pengukuran kualitas speech coder adalah ACR (Absolute Category Rating) yang akan menghasilkan nilai MOS (Mean Opinion Score). Tes subyektif ACR meminta pengamat untuk menentukan kualitas suatu speech coder tanpa membandingkannya dengan sebuah referensi. Skala rating umumnya mempergunakan penilaian yaitu beruturut – turut: Exellent, Good, Fair, Poor dan Bad dengan nilai MOS (Mean Opinion Score) berturut – turut: 5, 4, 3, 2 dan 1. Kualitas suara minimum mempunyai nilai setara MOS 4.0.

  • Echo Cancelation
Untuk menjamin kualitas layanan voice over packet terutama disebabkan oleh echo karena delay yang terjadi pada jaringan paket maka perangkat harus menggunakan teknik echo cancelation. Persyaratan performansi yang diperlukan untuk echo canceller harus mengacu standar internasional ITU G.165 atau G.168.

  • Post Dial Delay
PDD (Post-Dial Delay) yang diijinkan kurang dari 10 detik dari saat digit terakhir yang dimasukkan sampai mendapatkan ringing back.

3.      Penyebab QoS yang Buruk

Terdapat beberapa faktor pengganggu dalam jaringan yang menyebabkan turunya nilai QoS, yaitu :
  • Redaman, yaitu jatuhnya kuat sinyal karena pertambahan jarak pada media transmisi. Setiap media transmisi memiliki redaman yang berbeda-beda, tergantung dari bahan yang digunakan. Untuk mengatasi hal ini, perlu digunakan repeater sebagai penguat sinyal. Pada daerah frekuensi tinggi biasanya mengalami redaman lebih tinggi dibandingkan pada daerah frekuensi rendah.

  • Distorsi, yaitu fenomena yang disebabkan bervariasinya kecepatan propagasi karena perbedaan bandwidth. Untuk itu, dalam komunikasi dibutuhkan bandwidth transmisi yang memadai dalam mengakomodasi adanya spektrum sinyal. Dianjurkan digunakan pemakaian bandwidth yang seragam, sehingga distorsi dapat dikurangi.

Ilustrasi pengaruh bandwith terhadap distorsi

Analogi Bandwidth


  • Noise
è Noise ini sangat berbahaya, karena jika terlalu besar akan dapat mengubah data asli yang dikirimkan.


Jenis-jenis noise dalam jaringan :
a.       Thermal noise
ü  Terjadi pada media transmisi bila suhunya diatas suhu mutlak (0ºK)
ü  Akibat pergerakan elektron secara random dan memiliki karakteristik energi terdistribusi seragam
ü  Menjadi faktor yang menentukan batas bawah sensitifitas sistem penerima

b.      Intermodulation noise
ü  Terjadi karena ketidak-linieran komponen transmitter dan receiver
ü  Sinyal output merupakan penjumlahan dan perbedaan dari sinyal input
ü  Sistem diharapkan linear sehingga sinyal output = sinyal input

c.       Impulse noise
ü  Pulsa-pulsa iregular atau spikes
ü  Durasi pendek
ü  Amplituda tinggi
ü  Pengaruh kecil pada komunikasi telepon analog
ü  Pengaruh besar pada komunikasi data
d.      Crosstalk
ü  Gandengan yang tidak diinginkan antar lintasan sinyal → media metal (twisted pair & koaksial)
ü  Penyebab:
4  Gandengan elektris
4  Pengendalian respon frekuensi yang buruk
ü  Contoh : ketika bertelepon, kita mendengarkan percakapan lain

e.       Echo
ü  Terjadi ketika sinyal yang dikirim oleh transmitter kembali (feedback) kepadanya.

4.      Perbaikan QoS

Dalam usaha menjaga dan meningkatkan nilai QoS, dibutuhkan teknik untuk menyediakan utilitas jaringan, yaitu dengan mengklasifikasikan dan memprioritaskan setiap informasi sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Contohnya, terdapat paket data yang bersifat sensitif terhadap delay tetapi tidak sensitif terhadap packet loss seperti VoIP, ada juga paket yang bersifat sensitif terhadap packet loss tetapi tidak sensitif terhadap delay seperti transfer data. Untuk itu perlu dilakukan pengklasifikasian paket dan pengurutan prioritas paket dari yang paling tinggi sampai terendah.

Klasifikasi dan Prioritas Paket



Sumber referensi:

 
Blogger Templates